Pertanian di wilayah Pegunungan Camba, Kabupaten Maros, menghadapi tantangan ketergantungan tinggi terhadap pupuk kimia bersubsidi yang ketersediaannya tidak menentu dan berdampak pada biaya produksi serta degradasi lahan. Di sisi lain, potensi limbah organik lokal seperti kotoran ternak dan sisa hasil pertanian belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemandirian petani melalui pelatihan pembuatan pupuk organik bokashi dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Metode yang digunakan adalah participatory learning and action (PLA), yang meliputi observasi, penyuluhan teori, demonstrasi, praktik langsung pembuatan bokashi, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12-18 September 2024 dengan melibatkan 10 orang petani. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta secara signifikan, dimana 90% peserta mampu memahami dan mempraktikkan pembuatan bokashi. Aplikasi bokashi terbukti mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, dan berpotensi menekan biaya produksi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pelatihan partisipatif pembuatan pupuk bokashi efektif dalam memberdayakan petani, mendorong kemandirian penyediaan pupuk, dan mendukung pertanian berkelanjutan di Kecamatan Camba.
Copyrights © 2025