Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai perspektif literatur terkini tentang pencegahan dan penanggulangan eksploitasi anak usia dini. Menggunakan metode studi literatur sistematis, penelitian ini menganalisis 48 artikel ilmiah terpilih yang dipublikasikan antara 2018-2023 dari database elektronik terkemuka. Hasil penelitian mengidentifikasi lima bentuk eksploitasi yang paling sering dilaporkan: eksploitasi tenaga kerja (43%), eksploitasi seksual (27%), pernikahan dini (18%), eksploitasi dalam konflik bersenjata (7%), dan eksploitasi daring (5%). Program pencegahan dan penanggulangan yang paling efektif adalah yang bersifat multisektoral dan mengintegrasikan aspek pendidikan, ekonomi, dan hukum. Program pemulihan trauma komprehensif menunjukkan tingkat keberhasilan tertinggi (73%) dalam jangka pendek, sementara program penguatan keluarga (42%) dan pendidikan berbasis sekolah (68%) efektif untuk pencegahan jangka panjang. Teknologi menawarkan solusi inovatif namun masih menghadapi tantangan terkait privasi data, kesenjangan digital, dan keberlanjutan program. Reformasi kebijakan yang efektif memerlukan komitmen politik yang kuat, pendekatan berbasis hak, dan mekanisme akuntabilitas yang jelas. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan berbasis bukti dengan kontekstualisasi lokal dan partisipasi aktif anak-anak dalam pengembangan dan implementasi program perlindungan.
Copyrights © 2025