This study aims to describe the morphology, in particular affixation and morfofonetics in Maiwa dialect of Massenrempulu language. Method used is descriptive method with noting and recording techniques. For completing data, analytical documentation has also been conducted through a variety of manuscripts reporting the results of the study of language and literature of Maiwa dialect. Principally, this study uses the theory of structural linguistics to view language as a free system. The result indicates that the affixation process in Maiwa dialect has regular and diversity order either in its nature of distribution or function in construction. The distribution is distinguished on (1) free morpheme, and (2) bound morpheme, while the functions cover (1) basic form, (2) origin morpheme, and (3) affixed morpheme. Abstrak Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses morfologi, khususnya afiksasi dan morfofonemik bahasa Massenrempulu dialek Maiwa. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik pencatatan dan teknik perekaman. Untuk lebih melengkapi data, dilakukan pula analisis dokumentasi melalui berbagai naskah laporan hasil penelitian bahasa dan sastra Massenrempulu dialek Maiwa. Pada dasarnya, penelitian ini menggunakan teori linguistik struktural yang memandang atau menganggap bahasa sebagai suatu sistem yang bebas. Dari hasil penelitian ini ditunjukkan bahwa proses afiksasi dalam bahasa Massenrempulu dialek Maiwa memperlihatkan keteraturan dan keragaman, baik dari sifat distribusinya maupun fungsi dalam konstruksi. Dari sifat distribusinya dibedakan atas (1) morfem bebas, dan (2) morfem terikat; sedangkan dari fungsi dalam konstruksi dibedakan atas (1) bentuk dasar, (2) morfem asal, dan (3) morfem afiks.
Copyrights © 2012