This paper discusses actant and functional schemes of Torajan folkore of “Sangbidang” by using A.J.Greimas theory. This paper aims to describe the actant and functional schemes contained in “Sangbidang.” Datum is analyzed by using qualitative descriptive method with narrative analysis technique that includes two stages of structures, namely (1) literature structure, the level of the story is presented (storytelling), and (2) deep structure, the level of immanent including (a) the level of narrative syntactic analysis (actant and functional schemes) and (b) the level of discursive. Datum collected through literary study. The result shows that there is functional scheme which is devided into; (1) the first situation, (2) the transformation divided into (a) the proficiency test stage, (b) the main stage, and (c) the gloriousness stage; and (3) the final situation on it. AbstrakTulisan ini membahas skema aktan dan fungsional cerita rakyat Toraja “Sangbidang” dengan menggunakan teori A.J Greimas. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan struktur aktan dan fungsional yang terkandung dalam cerita “Sangbidang”. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis naratif yang meliputi dua tahapan struktur, yaitu (1) struktur lahir, yakni tataran perihal cerita dikemukakan (penceritaan), dan (2) struktur batin, yakni tataran imanen yang meliputi (a) tataran analisis sintaksis naratif (skema aktan dan skema fungsional) dan (b) tataran diskursif. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat skema aktan pada cerita Sangbidang yang terdiri atas (1) pengirim, (2) objek, (3) penerima, dan (4) subjek. Terdapat pula skema fungsional yang dibedakan menjadi (1) situasi awal; (2) transformasi yang terbagi atas (a) tahap uji kecakapan, (b) tahap utama, dan (c) tahap kegemilangan; dan (3) situasi akhir yang terdapat di dalamnya.
Copyrights © 2017