This study aimed to describe the homonym and polysemy in the lexemes of Kamus Kecil Bahasa Melayu (KKBM). It was a qualitative descriptive study. The recearch subject was the Third Edition of KKBM (Malay Pocket Dictionary), and the research objects were homonym and polysemy of the dictionary. The data used in this study were all lexemes potential to be homonym and polysemy used in the dictionary. The data collected were using reading and note taking techniques. The data analysis was conducted out by collecting, sorting, and classifying lexemes based on categories or criteria according to their structure. The analysis was carried out after classification. The research findings revealed that 700 lexemes were the potential to be homonym and polysemy in the dictionary. Three hundred forty four of them were homonymic and 356 of them were polysemic. The same arrangement among homonym and polysemy is due to the author’s ignorance of the meaning relations in words with the exaet spelling lack reference and knowledge in structuring the dictionary.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kata-kata berhomonimi dan berpolisemi dalam struktur lema Kamus Kecil Bahasa Melayu (KKBM). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah KKBM Edisi Ketiga, sedangkan objek penelitiannya adalah lema berhomonimi dan berpolisemi yang terdapat dalam kamus tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh kata yang berpotensi menjadi kata-kata berhomonimi dan berpolisemi yang dijadikan lema dalam kamus itu. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Langkah-langkah analisis data dilakukan dengan mengumpulkan lema, mengurutkan lema, mengklasifikasikan lema berdasarkan kategori atau kriteria sesuai dengan struktur lema. Penganalisaan dilakukan setelah pengklasifikasian. Dari hasil penelitian ditunjukkan bahwa dalam KKBM ditemukan lema yang berpotensi menjadi kata-kata berhomonimi dan berpolisemi sebanyak 700 lema. Berdasarkan analisis yang dilakukan, ditemukan 344 lema berhomonimi dan 356 lema berpolisemi. Penyusunan yang sama antara kata-kata berhomonimi dan berpolisemi disebabkan oleh ketidaktahuan penyusun terhadap relasi makna yang terdapat dalam kata-kata yang berejaan sama dan kurangnya referensi serta pengetahuan penyusun kamus akan struktur kamus.
Copyrights © 2020