Pemberitaan isu gender di media nasional terletak pada penggunaan bahasa tertulis untuk menyampaikan informasi dengan mendeskripsikan dan mendalami konseptualisasi kebahasaan isu gender di media nasional dengan menggunakan analisis linguistik berbasis korpus. Penelitian ini bertujuan untuk merepresentasikan isu gender pada periode media nasional pascapandemi dengan menerapkan analisis linguistik korpus yang berfokus pada deskripsi frekuensi kata, kolokasi, dan konkordansi. Penelitian ini menggunakan metode gabungan dengan desain sekuensial eksplanatori dan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi pada 8 berita online selama tahun 2022–2023, sehingga berjumlah 827 berita dengan jumlah kata 310.864 kata. Hasilnya mengungkapkan tiga ciri linguistik: Pertama, frekuensi kemunculan kata secara signifikan menampilkan kata benda sensitif dalam menyajikan kasus kekerasan dan pelecehan. Kedua, analisis kolokasi cenderung berkolokasi dengan frasa yang menghasilkan beberapa jenis frasa: frasa nomina, frasa koordinatif, frasa konjungsi, dan frasa preposisi. Ketiga, analisis konkordansi menunjukkan korelasi antara kekerasan yang dialami korban dengan stigmatisasi keberadaan perempuan dengan membandingkan kelas sosial dan kekuasaan antara laki-laki dan perempuan. Namun pemberitaan isu gender di media nasional masih menunjukkan upaya sebagai solusi atau kasus yang terjadi
Copyrights © 2025