Sawerigading
Vol 18, No 1 (2012): Sawerigading, Edisi April 2012

STRATEGI KESANTUNAN TINDAK TUTUR PENOLAKAN DALAM BAHASA MAKASSAR

Nurlina Arisnawati (Unknown)



Article Info

Publish Date
07 Dec 2017

Abstract

This paper discusses the politeness strategies of speech acts in refusal used in Makassarese language. The method used in this paper is qualitative descriptive by listening techniques, interviewingg, notingg, recording, and involving in conversation. These results indicate that there are several strategies used by people to refuse e.g. refusing preceded by saying sorry, refusing preceded by saying thank you, refusing preceded by giving a proposal, refusing implicitly, refusing by giving terms or conditions, and refusing by relying on the third party. In addition, there are also some other vague strategies often used by people in Makassar by giving polite refusal, for example: sinampekpi nicinikki 'will be seen later', kutadeng 'may be', which show hesitation to accept something. However, this does not mean that speakers of Makassarese language cannot provide direct and unequivocal refusal. Direct and unequivocal rejections usually occur when facing difficult circumstances. Abstrak Tulisan ini membahas tentang strategi kesantunan tindak tutur penolakan dalam bahasa Makassar. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik menyimak, wawancara, pencatatan, perekaman, dan libat cakap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa strategi yang digunakan orang Makassar agar penolakannya diterima dengan baik, di antaranya: menolak dengan didahului permintaan maaf, menolak dengan didahului ucapan terima kasih, menolak dengan menggunakan usulan, menolak dengan cara implisit, menolak dengan memberi syarat atau kondisi, dan menolak dengan menyandarkan alasan pada pihak ketiga. Selain itu, ada juga beberapa strategi samar-samar lain yang sering dipakai oleh orang Makassar dalam memberi penolakan secara santun, misalnya: mengambangkan jawaban, seperti: sinampekpi nicinikki ' nanti dilihat', kutadeng 'mungkin', sehingga menunjukkan keragu-raguan penutur untuk menerimanya. Namun, ini tidak berarti bahwa penutur bahasa Makassar tidak bisa memberikan penolakan secara langsung dan tegas. Penolakan secara langsung dan tegas biasa terjadi ketika mitra tutur dihadapkan pada keadaan yang sulit.

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

sawerigading

Publisher

Subject

Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

SAWERIGADING is a journal aiming to publish literary studies researches, either Indonesian, local, or foreign literatures. All articles in SAWERIGADING have passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. SAWERIGADING is published by Balai Bahasa Sulawesi Selatan twice times a ...