Artikel ini bertujuan untuk menganalisis fenomena rendahnya penguasaan teknologi pada siswa SMP serta strategi guru dalam menghadapinya. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, di mana data diperoleh dari berbagai sumber berupa jurnal, artikel ilmiah, dan buku yang relevan terbit dalam kurun waktu 5–10 tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya penguasaan teknologi pada siswa SMP dipengaruhi oleh keterbatasan akses perangkat, kurangnya keterampilan dasar, serta kebiasaan penggunaan teknologi yang lebih berorientasi pada hiburan daripada pembelajaran. Kondisi ini berdampak pada terhambatnya proses pembelajaran digital di sekolah. Guru menghadapi tantangan besar dalam menjembatani kesenjangan ini, terutama karena kondisi siswa yang heterogen dan sarana pendukung yang terbatas. Strategi yang dapat diterapkan guru meliputi pendekatan bertahap dalam mengenalkan teknologi, metode kolaboratif melalui tutor sebaya, penerapan pembelajaran berbasis proyek digital, serta pemberian motivasi agar siswa menggunakan teknologi secara produktif. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah perlunya sinergi antara guru, sekolah, pemerintah, dan orang tua dalam meningkatkan literasi digital siswa agar proses pembelajaran di era digital dapat berlangsung lebih efektif dan bermakna.
Copyrights © 2025