Penelitian ini mengkaji krisis literasi dasar di UPT SMP Negeri 8 Medan, di mana sejumlah siswa masih mengalami kesulitan membaca lancar, memahami teks sederhana, dan menulis dengan runtut. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data diperoleh melalui wawancara dengan guru Bahasa Indonesia, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab utama meliputi lemahnya penguasaan literasi sejak sekolah dasar, metode pembelajaran yang monoton, minimnya budaya membaca di rumah, serta penggunaan teknologi digital yang kurang terarah. Kondisi ini berdampak pada prestasi akademik, kepercayaan diri, komunikasi sosial, dan kesiapan belajar jangka panjang. Sebagai solusi, implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) melalui pembiasaan membaca, penguatan perpustakaan, keterlibatan orang tua, dan pemanfaatan teknologi digital dipandang efektif untuk menumbuhkan budaya literasi. Penguatan literasi dasar menjadi kunci penting bagi keberhasilan akademik sekaligus kesiapan menghadapi tantangan era digital.
Copyrights © 2025