Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran ketahanan psikologis orang tua pedagang street food terhadap semangat belajar anak di Yala, Thailand. Ketahanan psikologis menjadi faktor penting dalam menghadapi tekanan ekonomi dan sosial, terutama pada keluarga dengan tingkat pendapatan rendah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap satu keluarga pedagang makanan jalanan yang terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak berusia 13 tahun. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, kondensasi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan psikologis orang tua tercermin melalui sikap optimisme, keyakinan spiritual, kemampuan regulasi emosi, dan dukungan sosial. Meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi dan kelelahan fisik, orang tua tetap berusaha memberikan contoh positif serta dukungan emosional bagi anak. Hal ini berdampak pada meningkatnya motivasi belajar anak, yang terlihat dari kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan cita-cita untuk berprestasi. Dengan demikian, ketahanan psikologis orang tua tidak hanya berfungsi sebagai mekanisme bertahan hidup, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam menumbuhkan semangat belajar dan karakter tangguh pada anak di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
Copyrights © 2026