Prevalensi stunting dalam lima tahun terakhir menunjukkan masalah gizi terbesar pada balita di Indonesia termasuk Provinsi Kalimantan Selatan. Desa Teluk Selong merupakan desa yang memiliki angka kejadian stunting tertinggi di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan.Mayoritas penduduk Desa Telok Selong adalah bertani dan mmancing ikan. Ikan haruan merupakan ikan air tawar yang banyak ditemukan di Desa Teluk Selong. Permasalahan yang terjadi di Desa Teluk Selong adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan kader dalam pemanfaatan limbah ikan dan sebagai penyuluh kesehatan kepada masyarakat yang dapat menunjang nutrisi pada anak stunting serta belum adanya pelatihan kepada mitra tentang proses pemanfaatan limbah perikanan terutama pada tulang ikan haruan. Upaya yang dilakukan adalah melakukan Program Pengabdian Kepada Masyarakat” terkait “Pemberdayaan Kader Kesehatan Melalui Inovasi Tulang Ikan Haruan sebagai Upaya Peningkatan Status Gizi Kesehatan Balita di Desa Teluk Selong dilaksanakan selama 8 bulan dengan sasaran 11 kader. Pelaksanaan program pendampingan kader kesehatan berinovasi dengan membuat cookies berbahan tulang ikan haruan. Pengolahan hasil ikan haruan ini diharapkan menjadi contoh upaya dalam penanganan permasalahn stunting di Provinsi Kalimantan Selatan.
Copyrights © 2026