Ekofeminisme sebagai pendekatan sastra ekologis memandang bahwa perempuan dan alam memiliki hubungan esensial yang khas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian sastra ekokritik berbasis ekofeminisme. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis representasi nilai-nilai ekofeminisme yang terwujud dalam etika perilaku tokoh-tokoh dalam novel Sepasang yang Melawan 1 karya Jazuli Imam. Sumber data pada penelitian ini, yaitu novel yang berjudul Sepasang yang Melawan 1 karya Jazuli Imam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka/library research, Analisis data dilakukan secara interpretatif dan induktif. Keabsahan data dijaga dengan teknik triangulasi teori dan sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tokoh perempuan dalam novel, khususnya Sekar, merepresentasikan prinsip-prinsip ekofeminisme melalui tindakan perawatan terhadap lingkungan, penolakan terhadap eksploitasi lingkungan, serta resistensi tanpa kekerasan terhadap sistem sosial yang menindas. Etika kepedulian, kesadaran ekologis, dan solidaritas perempuan menjadi kunci dalam membentuk narasi perjuangan kolektif yang ditawarkan novel ini. Penelitian ini menegaskan bahwa Sepasang yang Melawan 1 bukan hanya sekadar narasi fiksi, melainkan juga bentuk kritik sosial dan ekologi yang relevan dalam konteks krisis lingkungan dan ketimpangan gender di Indonesia. Dengan demikian, sastra terbukti mampu menjadi ruang reflektif dan transformatif dalam menyuarakan nilai-nilai keberlanjutan dan keadilan ekologis melalui perspektif ekofeminisme. Kata Kunci: ekofeminisme, etika perilaku, tokoh perempuan, sastra ekologis
Copyrights © 2025