Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan perkembangan saraf yang kerapterjadi pada anak-anak. Dengan pendekatan psikolinguistik, penelitian ini mencoba menemukan dan menganalisis komponen yang menyebabkan keterlambatan bicara dan gagap pada anak-anak yang menderita ADHD. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan orang tua dari subjek berusia 8 tahun yang menunjukkan keterlambatan bicara pada usia 2 tahun dan gagap pada usia 3,9 tahun. Penelitian ini dilakukan dengan metode studi kasus kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan tersebut bukan disebabkan oleh aspek linguistik, melainkan dipengaruhi oleh faktor neurologis dan lingkungan sosial-komunikatif, termasuk paparan gadget dan pola interaksi yang tidak suportif. Terapi okupasi dan dukungan keluarga terbukti efektif dalam mengurangi gejala. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian psikolinguistik dengan menyoroti Kata kunci: Psikolinguistik, ADHD, keterlambatan bicara, gagap, anak
Copyrights © 2025