Penelitian ini bertujuan mengungkap relasi kuasa dalam novel Pulang karya Leila S. Chudori dengan menggunakan perspektif teori kekuasaan Michel Foucault. Fokus kajian diarahkan pada manifestasi kekuasaan melalui kontrol terhadap pikiran, tubuh, jaringan sosial, serta bentuk-bentuk resistensi. Novel ini merepresentasikan kehidupan eksil politik Indonesia pasca-1965 yang mengalami stigmatisasi dan represi negara. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis. Data dianalisis dengan mengidentifikasi representasi kuasa dalam teks serta mengkaitkannya dengan konteks sosial-politik yang melatarbelakanginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuasaan dalam novel bersifat menyeluruh dan berlapis: mengontrol pikiran melalui penanaman rasa takut, mengatur tubuh melalui kekerasan dan pengasingan, serta menyebar melalui mekanisme jaringan sosial. Meski demikian, novel juga menghadirkan ruang-ruang perlawanan dan resistensi dari para tokohnya. Temuan ini menegaskan bahwa sastra dapat menjadi medium untuk mengkritik hegemoni kekuasaan sekaligus mengangkat dinamika sosial-politik yang tersembunyi dalam narasi sejarah.
Copyrights © 2025