Pembelajaran sastra di sekolah memiliki potensi besar untuk membentuk kreativitas, karakter, dan literasi bahasa siswa. Namun, proses pembelajaran yang masih bersifat konvensional sering membuat siswa pasif dan kurang menghayati nilai estetika karya sastra. Artikel ini bertujuan menganalisis berbagai inovasi model pembelajaran sastra pada tiga genre utama puisi, prosa, dan drama berdasarkan hasil kajian literatur dari lima jurnal nasional. Metode yang digunakan ialah penelitian studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif analitis yang menelaah hasil penelitian terdahulu terkait model, strategi, dan evaluasi pembelajaran sastra. Hasil analisis menunjukkan bahwa model apresiasi kajian sastra terpadu mampu meningkatkan keterampilan berbahasa dan kepekaan estetika siswa dalam memahami puisi; pendekatan blended learning dan integrasi kritik sastra efektif mengembangkan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran prosa; sedangkan pedagogi drama terbukti memperkuat empati, keberanian, dan kolaborasi siswa dalam pembelajaran drama. Ketiga genre tersebut saling melengkapi dalam membentuk karakter dan literasi bahasa yang kreatif. Oleh karena itu, pembelajaran sastra perlu dikembangkan secara inovatif dan humanis agar lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik di era literasi digital.
Copyrights © 2025