Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan berbahasa anak Gen Z di media sosial dari perspektif psikolinguistik serta merumuskan strategi intervensi pendidikan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek Gen Z di Kabupaten Pringsewu. Data diperoleh melalui observasi unggahan media sosial dan wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan kesalahan dominan berupa penggunaan ejaan tidak baku, pemendekan kata, penyimpangan struktur suatu kalimat, dan campur kode. Faktor psikolinguistik seperti kebiasaan berpikir dengan cepat, tekanan sosial, serta paparan bahasa informal berpengaruh terhadap munculnya kesalahan tersebut. Diperlukan strategi intervensi melalui penguatan literasi digital dan kesadaran berbahasa agar Gen Z mampu berkomunikasi efektif sesuai kaidah bahasa Indonesia.
Copyrights © 2025