Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesalahan berbahasa dalam tataran fonologi yang terdapat pada artikel di media online KeKeR.Fajar. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi, di mana data berupa artikel yang dimuat dalam situs KeKeR.Fajar dianalisis menggunakan teori Setyawati (2010) yang mencakup tiga kategori kesalahan fonologi: penghilangan fonem, penambahan fonem, dan perubahan fonem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan fonologi banyak ditemukan dalam artikel-artikel KeKeR.Fajar. Bentuk kesalahan yang paling dominan adalah penghilangan fonem, misalnya kata udah dari kata baku sudah, aja dari saja, serta gak dari tidak. Bentuk kesalahan kedua adalah perubahan fonem, seperti kata pake dari pakai, serem dari seram, dan kalay dari kalau. Sementara itu, bentuk kesalahan yang paling sedikit adalah penambahan fonem, contohnya kata bestiee dari bestie dan kamuhh dari kamu. Kesalahan-kesalahan ini muncul karena pengaruh kuat bahasa lisan terhadap bahasa tulis serta kebiasaan remaja menggunakan bahasa gaul dalam media digital. Temuan ini memperlihatkan bahwa media online yang berfokus pada remaja, seperti KeKeR.Fajar, cenderung menampilkan gaya bahasa yang ekspresif namun menyimpang dari kaidah fonologi bahasa Indonesia. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesadaran kebahasaan bagi penulis maupun pembaca remaja, serta peran media dalam membina penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di ruang digital.
Copyrights © 2025