Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dekonstruksi makna kehidupan dan kematian dalam novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Fiersa Besari melalui perspektif semiotika Jacques Derrida. Pendekatan dekonstruktif digunakan untuk membongkar lapisan-lapisan makna tersembunyi di balik bahasa dan simbol yang digunakan pengarang. Derrida berpendapat bahwa makna tidak pernah bersifat tetap, melainkan senantiasa berubah melalui permainan tanda (play of signs) dan konsep différance. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menelaah secara mendalam teks novel untuk mengidentifikasi jejak dan permainan tanda yang menyingkap ambiguitas antara kehidupan dan kematian, harapan dan keputusasaan, serta kehadiran dan ketiadaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fiersa Besari menggunakan bahasa yang puitis dan metaforis untuk menyampaikan refleksi eksistensial tentang absurditas kehidupan manusia dan penundaan makna yang tiada akhir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel tersebut tidak hanya berfungsi sebagai narasi personal, tetapi juga sebagai ruang filosofis di mana makna senantiasa dinegosiasikan dan tidak pernah sepenuhnya tercapai.
Copyrights © 2025