Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi manusia, terutama Generasi Z yang menjadikan WhatsApp sebagai media utama interaksi sehari-hari. Pergeseran dari komunikasi tatap muka ke komunikasi berbasis teks memunculkan dinamika baru dalam penggunaan bahasa, di mana emoji dan pesan singkat berperan penting dalam membentuk makna dialog. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran emoji dan pesan singkat dalam proses komunikasi Generasi Z di WhatsApp. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 50 responden Generasi Z berusia 17–23 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (78%) menganggap emoji membantu menyampaikan emosi, menegaskan maksud pesan, dan mengurangi kesalahpahaman. Sebanyak 56% responden menggunakan pesan singkat berupa singkatan kata untuk mempercepat interaksi, menyesuaikan gaya komunikasi cepat di media sosial. Namun, 84% responden juga menilai penggunaan emoji dan singkatan yang berlebihan dapat menimbulkan ambiguitas dan mengaburkan makna pesan. Temuan ini menegaskan pentingnya kesadaran pragmatis dalam menggunakan emoji dan pesan singkat agar komunikasi tetap efektif, jelas, dan sesuai konteks.
Copyrights © 2025