Ferdinand Simbolon
Universitas Negeri Medan, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Fungsi dan Makna Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi dalam Lirik Lagu “Alamak” Karya Rizky Febian : Suatu Kajian Pragmatik Dia Ananda Putri; Naila Nur Sabila; Nur Fatimah; Poppy Amalia; Ferdinand Simbolon
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2247

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan fungsi dan makna tuturan dalam lirik lagu "Alamak" karya Rizky Febian dan Adrian Khalif dengan pendekatan pragmatik, melalui analisis tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis tuturan dalam lirik yang telah dipublikasikan. Hasilnya menunjukkan bahwa tindak tutur lokusi menggambarkan keterkejutan dan kebingungan tokoh lirik terhadap cinta yang mendadak. Ilokusi mencakup ekspresi kekaguman, gugup, dan ketakutan kehilangan, serta permintaan kejujuran. Perlokusi memberikan efek emosional dan sosial-budaya, membuat pendengar merasakan suasana cinta. Secara keseluruhan, lagu "Alamak" menunjukkan nilai pragmatik yang dalam, membuktikan bahwa lirik bukan hanya karya seni, tetapi juga alat komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan dan membangun kedekatan emosional dengan audiens.
Integrasi Komunikasi Digital Terhadap Penggunaan Emoji dan Pesan Singkat dalam Dialog Generasi Z di Whattsap: Suatu Kajian Pragmatik Fadilla Aura Ramadani; Erfriani Sekar Talenta Simangunsong; Ela Emayusnita Sirait; Kristin Dwi Amsari Pasaribu; Ferdinand Simbolon
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2524

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola komunikasi manusia, terutama Generasi Z yang menjadikan WhatsApp sebagai media utama interaksi sehari-hari. Pergeseran dari komunikasi tatap muka ke komunikasi berbasis teks memunculkan dinamika baru dalam penggunaan bahasa, di mana emoji dan pesan singkat berperan penting dalam membentuk makna dialog. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran emoji dan pesan singkat dalam proses komunikasi Generasi Z di WhatsApp. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 50 responden Generasi Z berusia 17–23 tahun yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (78%) menganggap emoji membantu menyampaikan emosi, menegaskan maksud pesan, dan mengurangi kesalahpahaman. Sebanyak 56% responden menggunakan pesan singkat berupa singkatan kata untuk mempercepat interaksi, menyesuaikan gaya komunikasi cepat di media sosial. Namun, 84% responden juga menilai penggunaan emoji dan singkatan yang berlebihan dapat menimbulkan ambiguitas dan mengaburkan makna pesan. Temuan ini menegaskan pentingnya kesadaran pragmatis dalam menggunakan emoji dan pesan singkat agar komunikasi tetap efektif, jelas, dan sesuai konteks.
Impilkatur Percakapan dalam Fenomena Humor Digital pada Program Televisi "Lapor Pak" : Suatu Kajian Pragmatik Arlin Septia Basana Siagian; Rahma Hidayati; Nasya Nabila Said; Nabilla Agustina Batubara; Ferdinand Simbolon
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i4.2703

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan guna mendeskripsikan jenis implikatur percakapan dan fungsi komunikatif yang terkandung dalam tuturan humor pada program televisi "Lapor Pak". Implikatur percakapan dikaji berdasarkan teori H.P. Grice yang meliputi implikatur umum dan implikatur khusus, serta pelanggaran maksim-maksim percakapan (kuantitas, kualitas, relevansi, dan cara) yang memunculkan efek humor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Sumber data penelitian adalah percakapan dalam satu video program "Lapor Pak" yang ditayangkan di Platform YouTube Trans7 Official. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat dengan memanfaatkan teknik rekam. Teknik analisis data menggunakan metode padan pragmatis dengan tahapan identifikasi, klasifikasi, analisis, dan interpretasi data. Hasil penelitian menghasilkan berbagai bentuk penggunaan implikatur percakapan yang memperlihatkan kekayaan makna dan strategi komunikasi para penuturnya.Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman dinamika komunikasi pragmatik dalam humor digital Indonesia.