Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran gaya bahasa perbandingan dan pertentangan dalam novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan. Gaya bahasa perbandingan yang dikaji meliputi perumpamaan, metafora, personifikasi, alegori, pleonasme, perifrasis, dan koreksio. Sedangkan gaya bahasa pertentangan mencakup hiperbola, ironi, litotes, paradoks, dan sarkasme. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori stilistika yang mengkaji gaya bahasa sebagai bagian dari kekhasan pengarang dalam membangun narasi dan karakter dalam sebuah karya sastra. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh dari sumber primer, yakni novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan dan dianalisis menggunakan teknik analisis interaktif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka. Dari hasil penelitian, ditemukan dua puluh tujuh kutipan mengandung gaya bahasa perumpamaan, dua puluh lima kutipan mengandung gaya bahasa metafora, tiga puluh tiga kutipan mengandung gaya bahasa personifikasi, tidak ditemukan kutipan yang mengandung gaya bahasa alegori, tujuh kutipan mengandung gaya bahasa pleonasme, empat kutipan mengandung gaya bahasa perifrasis, dan lima kutipan mengandung gaya bahasa koreksio. Sementara itu, gaya bahasa pertentangan mencakup dua puluh satu kutipan mengandung gaya bahasa hiperbola, lima belas kutipan mengandung gaya bahasa ironi, dua kutipan mengandung gaya bahasa litotes, satu kutipan mengandung gaya bahasa paradoks, dan dua kutipan mengandung gaya bahasa sarkasme. Hasil tersebut menunjukkan bahwa gaya bahasa perbandingan, terutama personifikasi merupakan gaya bahasa yang paling banyak ditemukan dalam novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong karya Eka Kurniawan..
Copyrights © 2025