Anak berkebutuhan khusus (ABK) sering mengalami gangguan emosi dan perilaku yang sulit dikenali oleh orang tua maupun guru, sehingga penanganan yang tepat sering terlambat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem pakar berbasis metode forward chaining untuk mendiagnosa gangguan emosi dan perilaku pada ABK. Sistem dirancang untuk membantu orang tua dan guru mengenali gejala serta memberikan saran penanganan awal. Basis pengetahuan sistem diperoleh dari psikolog dan guru bimbingan konseling, lalu diuji pada 15 anak di SLB Krida Utama 1 Tanjunganom. Proses diagnosa dimulai dengan user memasukkan gejala yang sesuai dialami oleh anak. Gejala tersebut akan diproses dengan menggunakan metode forward chaining. Setelah berhasil diproses, sistem akan menampilkan hasil dan juga saran penanganannya. Hasil uji menunjukkan akurasi diagnosis sistem mencapai 100% dan sistem dinilai mudah digunakan serta bermanfaat oleh pengguna. Sistem pakar ini terbukti mampu memberikan diagnosis awal secara tepat berdasarkan input gejala dan berpotensi digunakan sebagai alat bantu identifikasi gangguan emosi dan perilaku secara praktis. Temuan ini diharapkan dapat menjadi solusi alternatif dalam mendukung proses pendidikan dan pengasuhan anak berkebutuhan khusus secara lebih efektif.
Copyrights © 2025