Fenomena kenakalan remaja yang terlibat dalam aktivitas geng motor di Indonesia telah berkembang menjadi masalah sosial-kultural yang kompleks dan mengkhawatirkan, khususnya di wilayah perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penyebab keterlibatan remaja dalam geng motor serta mengeksplorasi model intervensi yang relevan dan aplikatif. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan berbagai informan, antara lain remaja yang terlibat geng motor (kategori akut), remaja dalam proses rehabilitasi (kategori rehabilitatif), serta remaja dari lingkungan berisiko (kategori preventif). Informasi juga dikumpulkan dari guru, orang tua, tokoh masyarakat, aparat penegak hukum, TNI, dan pembina Pramuka. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor identitas, pola asuh, dan kurangnya keterlibatan dalam aktivitas sosial-positif menjadi pemicu utama keterlibatan remaja dalam geng motor. Penelitian ini merekomendasikan model rehabilitasi sistemik berbasis integrasi program pembinaan disiplin militer melalui barak TNI dan pendidikan karakter melalui Gerakan Pramuka. Pendekatan terpadu ini diyakini mampu menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kebersamaan dalam diri remaja. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi upaya pencegahan dan rehabilitasi kenakalan remaja melalui sinergi pendidikan, keluarga, dan institusi sosial.
Copyrights © 2025