Indonesia sedang mengalami darurat komunikasi antar dan inter umat beragama. Isu perpecahan lebih mudah muncul dan dikonsumsi secara cepat oleh masyarakat dibanding isu kebersamaan. Menariknya selalu praktik terbaik keharmonisan antar umat beragama di wilayah pedesaan yang memunculkan optimistis bahwa keberagaman di Indonesia terus berlangsung. Studi ini menjelaskan komunikasi antar umat beragama dalam mensukseskan penyelenggaraan desa wisata religi di Rama Agung. Kualitatif melalui pendekatan studi kasus dilakukan. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan penelusuran literatur yang relevan. Khusus data wawancara, kami mengolahnya melalui mekanisme transkrip, pencarian kata kunci, kategorisasi kata kunci, dan pentemaan. Temuan kami meliputi tiga fokus penting: indikator keberagamaan, pola komunikasi desa wisata religi, dan forum untuk komunikasi. Kami menemukan tiga modal sosial yang menonjol: warisan sistem nilai yang dibawa oleh masyarakat pendatang dan hasil olah nilai di lingkungan, aturan atau kesepakatan tertulis antar masyarakat, dan kepemimpinan pemuka agama yang mampumenyeimbangkan keinginan internal dan eksternal. Forum komunikasiinformal dan formal telah digunakan oleh masyarakat untukmengkomunikasikan ide-ide mereka. Kemudian kami menyajikan polakomunikasi dari ide didiskusikan, pengembangan, hingga tahapeksekusi. Pada akhirnya studi ini menyerankan pendekatan naratifuntuk menggambarkan lebih jelas jalan komunikasi desa wisata religiyang diselenggarakan oleh keberagaman agama.
Copyrights © 2020