Dakwah di era millenial menemukan hambatan yang luar biasabanyak. Kehadiran new media; internet diyakini sebagai faktorpendorong utama yang menjadikan masjid sepi dari aktivitasceramah. Jamaah lebih memilih mendengar ceramah melaluihandphone karena mendapati ustadz populer. Dakwah subuh sebagaiaktivitas da’i dan mad’u dengan tatap muka (face to facecommuniactaion) tentu sangat efektif untuk mendapatkan pencerahanbathin bagi mad’u, dengan metode tanya jawab akan menjadi efisiendan efektif pesan yang di sampaiakan dengan di selingi sarapan pagi.Studi ini menyajikan sebuah praktik terbaik yang mengkolaborasimetode ceramah dengan kebaikan filantropi. Studi kualitatif menjadipilihan melalui mekanisme interview dan pengamatan mendalam.Masjid Al-Mubarakah di Kota Bengkulu menjadi lokasi penelitian.Kami menemukan bahwa filantropi Islam melalui peyajian sarapanpagi setelah dakwah subuh dinilai efektif. Makan pagi disediakan daridana kas masjid yang berasal dari sedekah dan infaq jamaah subuh. Ada konsistensi kehadiran jamaah, bahkan cenderung bertambah walau tidak fluktuatif. Ustadz memberikan materi sesuai dengan kebutuhan jamaah dan perkembangan zaman.
Copyrights © 2020