Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keagamaan masyarakattransmigran di Bengkulu, tepatnya di Desa Abu Syakim, KecamatanPondok Kelapa, Provinsi Bengkulu Utara. Diketahui bahwa Bengkulumerupakan salah satu tempat tujuan transmigrasi penduduk Jawa danBali. Para pendatang kemudian berinteraksi dengan lingkungan baruyang menghasilkan varian-varian yang unik. Metode penelitian iniadalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitianbanyak menggunakan kata-kata subyek, baik lisan maupun tulisan ini diperoleh dari dua macam sumber: diri penulis dan beberapa informan lainnya. Kegiatan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara mendalam, observasi berperan pasif dan metode dokumentasi. Menggunakan konsep Weber tentang ‘the disenchanment of the world’ membantu analisis terhadap temuan-temuan di lapangan. Peneliti menemukan terjadi ‘plagiasi’ budaya dan tradisi keagamaan asal Jawa yang dibawa ke wilayah transmigrasi Bengkulu. Terlebih lagi kegiatan ekonominya yang masih berbasis lahan, walau ada perbedaan pola, yaitu dari padi sawah ke perkebunan. Kemudian, tumbuh dan berkembang kegiatan tarekat. Paling tidak ada dua tarekat di desa Abu Syakim: tarekat Qodariyah Naqsabandiyah dan tarekat Shiddiqiyah. Kedua tarekat ini juga dipimpin oleh pendatang.
Copyrights © 2020