Studi ini bertujuan mengkaji kesiapan dan kelayakan komponen pendukungdi tengah penetapan Desa Balun sebagai Desa Pancasila dan KawasanWisata Religi Kabupaten Lamongan. Atraksi Budaya yang ditawarkanadalah Situs Makam Mbah Alun dan nilai pluralisme kehidupan masyarakatberagama di Desa Balun. Kajian menggunakan metode kualitatif denganpendekatan deskriptif analitik dan participatory rural appraisal (PRA).Teknik pengumpulan data yakni berupa narasi yang bersumber daribeberapa informan, data statistik sekunder, dan dokumentasi lapangan.Hasil kajian menunjukkan bahwa kesiapan yang direpresentasikan dalamkomponen 3A yakni: Pertama berupa atraksi, berupa atraksi budaya baikberupa fisik atau tangible (situs ziarah) dan non-fisik atau intangible (nilaipluralisme bermasyarakat/kebhinekaan dan festival keagamaan) telah dimiliki dan berjalan selama berpuluh tahun; Kedua berupa aksesibilitas, yakni jarak menuju Desa Balun dari titik-titik strategis yang relatif dekat (2-5 km) dan kondisi infrastuktur jalan; Ketiga berupa amenitas dan elemen pendukung tambahan berupa adanya layanan dan pendukung lainnya yag tersedia seperti akomodasi/penginapan bagi wisatawan, rumah makan dan pusat kuliner, pusat oleh-oleh, titik transportasi dan akses yang dekat dengan jalan utama. Pengembangan lain yang perlu dilakukan adalah perbaikan dari segi aksesibilitas mengingat peluang kedatangan di Situs Ziarah Desa Balun melonjak secara drastis pada hari-hari besar keagamaan tertentu.
Copyrights © 2020