Latar Belakang: Dysmenorrhea merupakan keluhan ginekologis yang paling umum dirasakan remaja saat menstruasi. Dysmenorrhea terjadi karena endometrium dalam fase sekresi memproduksi prostaglandin yang menyebabkan hypertonus dan vasokontriksi pada myometrium sehingga mengakibatkan iskemia, disintegrasi endometrium dan nyeri. Dysmenorrhea dibagi menjadi dua yaitu dysmenorrhea primer atau fisiologis adalah nyeri pada perut bagian bawah saat menstruasi tanpa disertai adanya suatu kelainan dan dysmenorrhea sekunder atau patologis adalah nyeri perut bagian bawah saat menstruasi dan disertai adanya kelainan Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kinesio taping terhadap penurunan nyeri dhysmenorrhea primary pada remaja putri. Metode: Jenis penelitian ini adalah quasy eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Rancangan penelitian yang digunakan adalah two group pre dan post test design. Alat ukur yang digunakan adalah numeric rating scale. Subjek: subjek penelitian ini adalah remaja putri yang berjumlah 30 orang, setelah itu, kelompok dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan independent sample t-test pada kelompok intervensi didapatkan hasil p=0,042 (p <0,05) artinya ada pengaruh setelah diberikan intervensi tersebut dan pada kelompok kontrol didapatkan hasil p=0,918 (p > 0,05) yang menunjukkan tidak ada pengaruh pemberjan edukasi. Kesimpulan: Terdapat perbedaan pengaruh pemberian kinesiotapping danedukasi terhadap penurunan nyeri pada nyeri dhysmenorrhea primary pada remaja putri.
Copyrights © 2025