Penelitian ini membahas konflik besar pada masa kepemimpinan Ali bin Abi Thalib, khususnya Perang Jamal dan Perang Shiffin, yang menjadi puncak perpecahan politik awal dalam sejarah Islam. Kajian ini dilakukan karena masih kurangnya pembahasan yang menyoroti akar penyebab konflik secara komprehensif, terutama terkait tuntutan qishash, penolakan baiat, dan pengaruh kepentingan politik elite. Penelitian bertujuan untuk memahami sistem pemerintahan Ali, menganalisis latar belakang kedua perang, serta menelaah peran ambisi politik dalam memicu perang saudara. Menggunakan teori kepemimpinan Islam serta metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sejarah dan hermeneutika, penelitian ini menelusuri sumber-sumber literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformasi keadilan, penataan jabatan, dan kebijakan pemerataan yang diterapkan Ali memunculkan resistensi dari kelompok-kelompok berpengaruh sehingga mendorong terjadinya konflik yang berdampak luas terhadap persatuan umat
Copyrights © 2025