Kemampuan analisis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh peserta didik karena kemampuan analisis merupakan salah satu faktor penting yang mencakup pemikiran yang menyeluruh serta terstruktur. Dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning diharapkan mampu menyelasaikan permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) kemampuan analisis peserta didik pada materi transmisi manual sebelum diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning, 2) kemampuan analisis peserta didik pada materi transmisi manual sesudah diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning, 3) perbedaan kemampuan analisis peserta didik sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran Problem Based Learning. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode pra-eksperimen dengan jenis pendekatan kuantitatif dan desain penelitian one group pre-test and post-test design. Sumber datanya kelas XI TKR 4 SMK Negeri 3 Kuningan Tahun Ajaran 2024/2025 yang berjumlah 34 siswa dengan menggunakan teknik tes uraian. Hasil dari penelitian ini adalah kemampuan analisis peserta didik pada materi transmisi manual sebelum menggunakan Problem Based Learning rata-rata nilainya 36,74 dengan kategori “kurang”. Kemampuan analisis transmisi manual setelah menggunakan Problem Based Learning rata-rata nilainya 55,84 dengan kategori “Cukup”, untuk membuktikan beda pada penelitian ini dilakukan uji parametrik signifikansi sig.(2-tailed) 0,001 0,05 yang berarti H0 ditolak dan H1 diterima. Oleh karena itu, dapat dibuktikan adanya perbedaan yang signifikan pada kemampuan analisis transmisi manual sebelum dan sesudah menggunakan model Problem Based Learning di kelas XI TKR 4 SMK Negeri 3 Kuningan Tahun Ajaran 2024/2025.
Copyrights © 2024