Objectives: Era digitalisasi telah mengubah pola interaksi sosial masyarakat urban, menyebabkan menurunnya minat terhadap permainan tradisional Egrang di komunitas Fortina Kota Medan. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam permainan tradisional Egrang, mengembangkan keterampilan motorik, memperkuat ikatan sosial, dan melestarikan budaya local. Methods: Menggunakan pendekatan participatory community development melalui 8 sesi mingguan (April-Juni 2024) dengan pelatihan teknik dasar, workshop interaktif, dan mentoring berkelanjutan. Results: Partisipasi meningkat 218% dari 38 menjadi 121 peserta, keterampilan motorik naik dari skor 5,8/10 menjadi 8,3/10, tingkat kepuasan mencapai 92%, dengan 72% peserta menguasai teknik dasar mandiri dan 85% menunjukkan peningkatan kesadaran budaya. Conclusion: Program berhasil merevitalisasi ruang sosial komunitas, meningkatkan kebugaran fisik lintas generasi, dan memperkuat identitas budaya lokal melalui jejaring sosial yang inklusif dan berkelanjutan
Copyrights © 2025