Jurnal Peradaban (Filsafat, Etika, dan Agama)
Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Peradaban

Menjadi Perempuan dalam Jaringan Gerakan Radikal : Sebuah Pengalaman Tentang Konstruksi Sosial, Agensi dan Paradigma Eksistensial vs Komunal

Valensius Ngardi (UIN Sunan Kalijaga, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia)
Gratia Wing Artha (Universitas Nasional Jakarta, Jakarta Selatan, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2025

Abstract

Artikel ini, bertujuan untuk menjelaskan status peran perempuan dalam aktivitas ekstremisme dan partisipasinya dalam aksi kekerasan dan gerakan jaringan radikal. Di beberapa masyarakat, peran perempuan tidak terlalu terlihat di ruang publik. Identitas mereka sering diabaikan. Begitu kuatnya relasi kekuasaan membuat peran mereka dalam masyarakat berbeda-beda. Ketika dominasi laki-laki kuat, maka peran perempuan dalam masyarakat berubah di banyak bidang  aspek kehidupan. Masyarakat yang mengkonstruksi perempuan menciptakan sterotip ganda. Pertama, perempuan lemah dan tidak berdaya. Jadi ada kekuatan penyeimbangnya yaitu laki-laki. Kedua, di beberapa lapisan masyarakat, perempuan termasuk dalam kelas sosial bawah (working class atau lower class), sedangkan laki-laki termasuk dalam kelas atas (upper class atau  elite class). Ketika perempuan pemberani dan heroik muncul di ruang publik, definisi-definisi yang sudah mapan pun hilang dari kontruksi sosial. Mereka berani melawan ketidakadilan dalam masyarakat dan  mereka bisa mandiri baik untuk keluarga maupun untuk dirinya. Peran mereka tidak hanya sekedar sebagai institusi sosial, tetapi mereka berperan penting dalam  perubahan sosial yang terjadi. Ketika perempuan melakukan aktivitas ekstrem dalam jaringan radikal, maka masyarakat semakin melihat sisi gelap yang tidak pernah berhenti, terutama di dunia komunitas Muslim. Aktivitas jihad dan penanaman ideologi kekerasan telah menjadi fobia bagi masyarakat. Berbagai permasalahan terkait hal ini menjadi topik diskusi yang menarik di lembaga akademisi dan  lembaga penelitian  tentang fenomena a radikalisme dalam agama Islam. Tulisan ini, sebagian besar dari berbagai literatur pustaka didukung oleh temuan dari hasil  wawancara beberapa perempuan sebagai sumber primer melaluli media WhatsApp. Menganalisis cara pandang para perempuan menanggapi masalah ini, dapat  dilihat pada bagian pembahasan akhir di artikel ini.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

jpb

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

Jurnal Peradaban (Filsafat, Etika, dan Agama), is a peer-reviewed journal, and specializes in philosophy, religion, and ethics studies. The aim is to provide readers with a deep understanding of philosophical, religious, and ethical problems in many aspects. The journal invites scholars and experts ...