Penelitian ini bertujuan menganalisis puisi "Ku Lihat Mayat-mayat Berjaan" melalui perspektif diksi, penyimpangan bahasa, gaya bahasa, dan bunyi. Analisis dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengungkap makna yang terkandung dalam setiap unsur bahasa yang digunakan penyair. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana penyimpangan bahasa dan pilihan diksi membentuk pengalaman estetis serta menekankan tema kematian, kesedihan, dan absurditas dalam puisi. Gaya bahasa, termasuk majas dan repetisi, serta bunyi, seperti aliterasi dan asonansi, diperiksa untuk melihat kontribusinya terhadap ritme, irama, dan efek emosional. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyair menggunakan diksi yang kontras dan penyimpangan bahasa secara strategis untuk menciptakan suasana horor sekaligus refleksi filosofis, sementara gaya bahasa dan bunyi memperkuat kesan dramatis dan musikalitas puisi. Temuan ini menegaskan pentingnya analisis unsur kebahasaan dalam memahami pesan dan nilai estetik sebuah puisi
Copyrights © 2026