Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menghadapi kendala signifikan dalam mengakses pelatihan konvensional, terutama karena keterbatasan waktu dan kompleksitas platform e-learning yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas sistem pembelajaran hybrid yang mengintegrasikan WordPress sebagai Content Management System (CMS) utama dengan WhatsApp sebagai saluran distribusi microlearning via chatbot. Metode yang digunakan adalah Design Science Research (DSR) melalui tahapan identifikasi masalah, perancangan, pengembangan, demonstrasi, dan evaluasi. Artefak yang dihasilkan adalah arsitektur sistem hybrid yang memanfaatkan webhook PHP dan middleware Node.js untuk mendistribusikan konten microlearning (video <5 menit, infografis, kuis singkat) secara otomatis ke WhatsApp partisipan pada jam 08.00 WIB setiap hari. Hasil uji coba menunjukkan bahwa model hybrid ini terbukti efektif mengatasi kendala akses. Tingkat pembukaan pesan (akses konten) melalui WhatsApp mencapai 85%, jauh lebih tinggi dibandingkan akses login melalui web yang hanya 25%. Selain itu, tingkat penyelesaian modul (completion rate) mencapai 78% via WhatsApp, dibandingkan 20% via web, dengan 65% partisipan aktif terlibat dalam kuis. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa integrasi WhatsApp sebagai front-end distribution channel sangat efektif dalam meningkatkan engagement dan retensi pembelajaran UMKM karena kesederhanaan dan kontekstualisasinya dengan pola komunikasi sehari-hari mereka.
Copyrights © 2025