Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena anak putus sekolah di Indonesia berdasarkan data provinsi, jenjang pendidikan, dan faktor utama penyebabnya. Data yang digunakan merupakan data sekunder dalam bentuk dataset anak putus sekolah tahun 2023 yang diolah menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat anak putus sekolah bervariasi antar provinsi dan cenderung meningkat pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Faktor ekonomi dan akses pendidikan menjadi penyebab dominan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran. Pembangunan di bidang pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan program wajib belajar 12 tahun agar tercipta SDM yang berkualitas. Namun, partisipasi sekolah pada tingkat sekolah menengah perlu ditingkatkan agar angka putus sekolah dapat ditekan Selain itu, dapat juga untuk mengetahui probabilitas anak putus sekolah dengan karakteristik tertentu.
Copyrights © 2026