Program pelatihan tinju inklusif ini bertujuan memberdayakan pemuda Gorontalo melalui peningkatan kesehatan, prestasi, dan karakter, sekaligus mengatasi tantangan seperti kualitas pelatih, fasilitas terbatas, dan persepsi negatif masyarakat. Metode pelaksanaan mencakup tiga intervensi utama: (1) pelatihan dan sertifikasi bagi 15 pelatih lokal, (2) edukasi masyarakat melalui roadshow di 5 titik lokasi, dan (3) pendirian sanggar tinju inklusif percontohan. Hasil evaluasi menunjukkan capaian yang signifikan: partisipasi pemuda meningkat 40% (dari 50 menjadi 70 partisipan aktif), insiden cedera menurun 30%, dan survei persepsi menunjukkan 85% responden masyarakat menyatakan pandangan yang lebih positif terhadap tinju sebagai olahraga edukatif. Diskusi mengidentifikasi bahwa keberhasilan program ditunjang oleh pendekatan pelatih bersertifikasi dan edukasi publik, meski keterbatasan infrastruktur tetap menjadi hambatan. Kesimpulannya model pemberdayaan ini terbukti efektif dan berpotensi sebagai kerangka kerja berkelanjutan untuk pengembangan olahraga daerah yang inklusif, dengan rekomendasi utama untuk penguatan fasilitas pendukung pada fase selanjutnya.
Copyrights © 2025