Mempelajari Islam berarti harus memahami bagaimana atau dimana Islam ditempatkan dalam studi tersebut. Karena, selain Islam bersifat transendental, ia juga memiliki sisi manusia dan sejarah. Penulis berharap bahwa penelitian ini akan berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang aspek-aspek kompleks dalam mempelajari studi Islam yang begitu dinamis. Dalam penelitian ini hanya berfokus pada Peta dan Kritik Epistimologi dalam Studi Islam Lokal di Nusantara Perspektif Insider.Sebagai objek penelitian, Islam pada dasarnya dapat dibedakan menjadi: Pertama, Islam sebagai sumber, yaitu Islam sebagaimana terkandung dalam sumbernya,yaitu Alquran dan Hadits. Kedua, Islam sebagai pemikiran, saat itulah Islam dipahami dari sumbernya. Ketiga, Islam sebagai praktik, yaitu dalam bentuk budaya dan peradaban yang lahir dari umat Islam. Ketiga klasifikasi ini akan membentuk dan mempengaruhi studi epistemologis yang digunakan dalam studi Islam. Namun, sering dalam studi Islam ada perbedaan dalam memandang aspek normatif dan historis. Kedua aspek tersebut, membuat studi Islam sepertinya masih dibebani oleh misi keagamaan yang romantis dan apologis. Sehingga konten analisis, kritis, metodologis,historis, empiris, terutama dalam memeriksa teks-teks atau teks-teks agama sebagai produk sejarah kurang disorot, kecuali pada peneliti tertentu yang masih sangat terbatas. Ketika kecenderungan akademis ini menguat, studi Islam mulai diperiksa dengan beberapa pendekatan dan metode yang lebih bervariasi dari sebelumnya, mulai dari humaniora, teologi, ilmu-ilmu sosial, dan studi wilayah. Oleh sebab itu, pendekatan-pendekatan tersebut meniscayakan penguasaan ilmu-ilmu inter dan multidisipliner. Maka dapat ditarik benang merah bahwa inter dan multidisipliner merupakan perangkat ilmu yang sangat penting untuk mendukung kajian-kajian Islam yang selalu mengalami perkembangan. Para peneliti Insider maupun Outsider sejatinya memberikakan wacana baru dalam penelitian epistimoligi Islam dengan pemikiran yang kritis tinggal bagaimana objektifitas dalam penelitian selalu dijaga. Menjadi persoalan serius manakala pemahaman yang bias terjadi dalam sebuah peneltian agama apalagi terjadi penumpukan kepentingan kelompok dalam sebuah penelitian, oleh karena itu penelitian ini diharapkan dapat memberikan wacana baru sebagai filter dalam memahami agama secara objektif sehingga akan menambah pengetahuan agama yang komprehensif tanpa ada kepentingan yang bersifar pribadi maupun golongan sesuai dengan dasar agama Islam yang pokok yaitu Al-Qur’an dan Sunnah.
Copyrights © 2022