cover
Contact Name
LINTANG PRAHITA NINGARUM
Contact Email
prahitaarum@gmail.com
Phone
+628882680008
Journal Mail Official
jurnalilmiahultras@gmail.com
Editorial Address
Kantor Pemerintah Terpadu Kabupaten Brebes, lt 3 Bapperida Kabupaten Brebes, Jl. Proklamasi No. 77 Brebes
Location
Kab. brebes,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Ultras
ISSN : -     EISSN : 26556855     DOI : -
Jurnal Ilmiah Ultras merupakan media ilmiah cetak yang menampilkan tulisan ilmiah hasil penelitian dan kajian dengan focus dan scope yang terdiri dari: Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan publik, Ekonomi dan Pembangunan Daerah, Inovasi dan Pengembangan IPTEK, serta Sosial dan Kemasyarakatan.
Articles 62 Documents
ANALISIS PELAKSANAAN INTERVENSI PENURUNAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JATIBARANG KABUPATEN BREBES Ziyadatul Chusna A.Y.A; Suci Utami; Rosmalia Kamil
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data Dinas Kesehatan kabupaten Brebes pada tahun 2019 dari 10 desa lokus stunting, Desa Janegara berhasil lepas dari lokus Desa Stunting meskipun di tingkat puskesmas angka stunting masih tinggi yaitu: 2019: 362 (9,56%) Janegara 16 (7,14%), 2020: 570 (14,50%) Janegara 29 (11,46%). Fenomena tersebut diatas menarik untuk dikaji mengingat masalah Stunting memiliki dampak yang cukup serius yaitu: jangka pendek terkait dengan morbiditas dan mortalitas pada bayi / Balita, jangka menengah terkait dengan intelektualitas dan kemampuan kognitif yang rendah, dan jangka panjang terkait dengan kualitas sumberdaya manusia dan masalah penyakit degeneratif di usia dewasa. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Jatibarang di Kabupaten Brebes. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kombinasi (mixed method research) dimana metode penelitian ini menggabungkan antara metode kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam pada informan dan studi literatur dan pendekatan masalah secara deskriptif analisis. Adapun analisis menggunakan Teknik Analisa data model Milles and Huberman dimana aktivitas dalam analisis data kualitataif dilakukan secara interaktif dan berkelanjutan hingga datanya jenuh. Untuk Analisis data kuantitatif berupa statistik yang berfungsi untuk mendeskripsikan obyek yang akan diteliti menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian Sosialisasi program percepatan penurunan stunting sudah di berjalan berjenjang, komunikasi lancar, Sumber Daya Manusia ada dan cukup untuk melaksanakan kegiatan penurunan stunting, ada keterbatasan dana karena dialokasikan untuk Program Penangulangan covid-19, Sarana prasarana di Puskesmas cukup, sedangkan beberapa desa sarana dan prasarana kurang lengkap. Meskipun ada pengurangan Tim pelaksana, kegiatan tetap berjalan, setiap pelaksanaan kegiatan sudah ada SOP, namun demikian Kegiatan posyandu remaja putri belum maksimal, Rendahnya kesadaran konsumsi PMT pada ibu dengan Kurang Energi Kronik (KEK) Pelaksanaan Intervensi penurunan stunting pada sasaran ibu menyusui dan Baduta sudah berjalan dengan baik. 
KAJIAN PEMANFAATAN Azolla microphylla SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI PAKAN ITIK PETELUR Supartoto Supartoto; Roesdiyanto Roesdiyanto; Dalhar Shodiq
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian ini bertujuan: (1) mengkaji potensi Azolla microphylla sebagai bahan substitusi pakan itik; dan (2) mengkaji efisiensi usaha beternak itik yang memanfaatkan Azolla microphylla sebagai pengganti sebagaian pakan.  Kajian dilaksanakan di kelurahan Gandasuli, Brebes dari bulan Oktober sampai dengan Desember 2016.Rancangan penelitian yang diterapkan adalah kelompok acak lengkap, dengan 5 ulangan.  Faktor yang diuji adalah variasi ransum pakan, terdiri atas 4 macam, yaitu pakan standar nasional, pakan lokal, pakan disubstitusi Azolla microphylla 15% dan pakan disubstitusi Azolla microphylla 30%.  Itik bahan kajian adalah pullet umur 5,5 bulan, dan diamati selama 60 hari.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pemanfaatan Azolla microphylla sampai taraf 30 % dalam pakan, mampu meningkatkan warna yolk dari warna kuning kearah jingga, dengan rataan angka skala warna 12,2.; (2) Selama masa pertama kali bertelur hingga pertama kali produksi, penggunaan Azolla microphylla yang diberikan sampai taraf 30 % cenderung meningkatkan bobot kuning telur, tebal kerabang, bentuk telur kearah oval, dan umur pertama kali bertelur, dan (3) Secara ekonomis, pemanfaatan Azolla dapat meningkatkan pendapatan petani hingga 38,34% dibandingkan jika diberi pakan lokal petani kelurahan Gandasuli Brebes.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN AERATOR TAMBAK TENAGA ANGIN TIPE SAVONIUS DUA TINGKAT Ahmad Farid; Irfan Santosa; Hadi Wibowo
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of the two-level type wind aerator planning aerator is the solution of several problems such as decreasing the quality of water; Aerator mill sold in the market price is relatively expensive and the previous aerator design with horizontal axle model that felt less maximal in obtaining wind energy from all directions. The method used in this research is the calculation by using the equations and experimental methods by testing on the design results. The results obtained from the calculation analysis that the aerator planning obtained data that the dimensions of the turbine (rotor radius) must be greater than the radius of the aerator wheel with a ratio of 1: 1.25 to 1: 4.15 where the power required between 0.013 HP to 0.213 HP. While the dimensions of wind turbine that is made is with radius 0.40 m and the radius of water wheel 0.15m. The test results that the vertical axis wind turbine with a diameter of 0.4 m at wind speeds of 3.7 to 5.53 m / s obtained a maximum turbine power of 14.3W, while in the application of increasing the amount of oxygen obtained the amount of dissolved oxygen in water 6,575 Mg / L. The comparison of the three aerators in terms of purchase price economy and operational costs where for the aerator of wind farms is obtained Rp. 157.00 / hour; Diesel power aerator Rp. 7107.00 / hour and electric power aerator is Rp. 2.048,00 / hour, wind power aerator still cheaper cost /hour Rp 1.891,00 to Rp. 6.950.00.
POTENSI PEMANFAATAN LAHAN DUSUN MARIBAYA BREBES SEBAGAI KEBUN RAYA Nurtriono; Mustovia Azahro; Nurul Hidayat
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan kosong di Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes merupakan lahan milik Pemerintah Kabupaten Brebes. Luas lahan tersebut adalah 336 Ha dan 104 Ha-nya sudah diamanfaatkan sebagai padang penggembalaan sapi Jabres yang dikelola oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes. Sedangkan luas sisanya belum dimanfaatkan sehingga masih termasuk tanah terlantar. Apabila melihat 104 Ha yang sudah difungsikan sebagai kawasan pertanian dan peternakan, maka dibutuhkan fungsi pemanfaatan ruang yang selaras dengan fungsi budidaya pertanian dan peternakan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi pemanfaatan Lahan Maribaya sebagai Kebun Raya. Kebun Raya merupakan salah satu pemanfaatan ruang yang bertujuan untuk konservasi, pendidikan, pariwisata dan jasa lingkungan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa lahan Maribaya memenuhi 3 (tiga) dari 4 (empat variabel yaitu kesesuaian lahan, status lahan dan penentuan lokasi. Sedangkan untuk memenuhi variabel aksesibilitas dibutuhkan pembangunan jalan dan infrastruktur pendukung. 
Pengembangan Desa Cilibur Sebagai Desa InovatifYang Mandiri Di Kabupaten Brebes Sutarmin; Kurniawan
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the efforts to boost the local economy is the development of villages with innovation based on local wisdom. The discourse to develop an innovative village already exists in Brebes District. This development effort needs to be focused on one village in advance to serve as a model or reference of other villages that will transform into an innovative village. Cilibur Village was chosen to be developed into an innovative village in the field of cultivation and production of essential oil. Based on the analysis that has been done, it was found that to go to the innovative village, Cilibur Village need science and technology such as: Clove plant rejuvenation, process quality control and essential oil products, good and correct essential oil process, separator design oil and water separator, design Rearrange / modify the cooling pool. Based on the analysis of Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) the priority of the proposed strategy to develop Cilibur village as innovative village of cultivation and production of essential oil are: (1) Training and assistance; (2) Provision of seed and equipment assistance; (2) Cooperation with other parties; (4) Dedication of equipment, and (5) Search alternative buyer.
ANALISIS USAHATANI BAWANG MERAH (Allium ascanilicum L.) PADA PEMBERIAN ZEOLIT DAN PUPUK KANDANG SAPI DI DESA PESANTUNAN KECAMATAN WANASARI KABUPATEN BREBES Mohammad Amin
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Brebes sebagai sentra produksi bawang merah dapat  mendukung 23% kebutuhan bawang merah di tingkat nasional. Pemenuhan kebutuhan bawang merah ini mungkin akan terus menurun dengan penurunan produksi bawang merah di Kabupaten Brebes. Penurunan ini disebabkan oleh adanya kerusakan sifat fisik dan sifat kimia tanah serta berkurangnya mikro-organisme tanah, oleh karena itu, perlu segera adanya upaya perbaikan tanah. Perbaikan tanah ini dapat menggunakan zeolit dan atau pupuk organik yang berupa pupuk kompos kandang. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pendapatan petani, dan keuntungan dari usahatani bawang merah pada perlakuan zeolit dan pupuk kandang sapi dengan dosis yang berbeda.   Dalam penelitian ini dibuat 16 petak penanaman berukuran 2 m x 1,5 m , dan masing-masing petak dibuat petak efektif berukuran 1m x 1 m. Pemberian dosis zeolit dan pupuk kandang sapi dilakukan secara kombinasi terutama pada 15 petak perlakuan, sedangkan sisanya  1 petak sebagai kontrol (perlakuan petani). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produktivitas 17,17 ton/ha dengan rata-rata penerimaan  sebesar Rp. 471.500.000,-/ha pada pelakuan zeolit, ini lebih besar daripada rata-rata produktivitas pada perlakuan pupuk kandang sapi sebesar 16,68 ton/ha dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp.416.937.500,-/ha dan rata-rata produktivitas pada kontrol sebesar 16,54 ton/ha dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp.413.500.000,-/ha. Rata-rata biaya produksi per hektar pada perlakuan zeolit sebesar Rp.95.836.6750,-/ha, ini lebih kecil dari pada rata-rata biaya pada perlakuan pupuk kandang sapi sebesar Rp. 98.835.000,- dan pada kontrol (Rp.320.290.000,-/ha). Sementara itu, rata-rata R/C Rasio dan rata-rata B/C rasio pada perlakuan zeolit masing-masing sebesar 4,48, dan 3,48, pada perlakuan pupuk kandang sapi 4,22  dan 3,22 dan pada kontrol 4,44 dan 3,44. Artinya usahatani bawang merah pada perlakuan zeolit dan pupuk kandang sapi maupun kontrol bermanfaat bagi petani.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP CEDERA HATI TIKUS WISTAR JANTAN YANGDIINDUKSI MANCOZEB Muhtar; Dhian Irawati
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cedera hati (CH) adalah suatu kelainan hati yang ditandai peningkatan kadar serum alanin aminotransferase (ALT) dan aspartate aminotransferase (AST) dalam serum darah lebih dari normal, disertai adanya nekrosis. Penelitian terdahulu terbukti bahwa paparan mancozeb dapat menyebabkan CH. Salah satu tanaman yang mengandung antioksidan cukup baik adalah kelor (Moringa oleifera=Mo). Tujuan penelitian ini untuk membuktikan bahwa pemberian tepung daun kelor dapat mencegah CH pada tikus wistar jantan yang diinduksi mancozeb melalui mekanisme pengikatan radikal bebas oleh kandungan antioksidan Mo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan Randomized Pretest-Posttest Paralel Control Group Design, menggunakan tikus wistar sebanyak 24 ekor yang akan dibagi menjadi 4 kelompok. Masing-masing kelompok mendapat perlakuan yang berbeda-beda. Penelitian ini menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,0001) rerata kadar ALT dan AST serum darah hewan coba pada kelompok kontrol yang diberi Mo dibandingkan dengan kelompok tanpa Mo. Terdapat perbedaan yang signifikan indek nekrosis antara kelompok yang diberi Mo, dibandingkan dengan kelompok tanpa Mo (p = 0,04) . Penelitian ini membuktikan bahwa pemberian tepung daun kelor dapat mencegah CH pada tikus wistar yang diinduksi mancozeb melalui mekanisme pengikatan radikal bebas oleh kandungan antioksidan Mo.
BUDIDAYA KERANG HIJAU (Perna viridis L.) BERBASIS KOMUNITASDI KAWASAN MANGROVE POTENSIAL TERDAMPAK LOGAM BERATDI KARANGDEMPEL, KECAMATAN LOSARI, KABUPATEN BREBES Suyono; Narto
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah memiliki panjang pantai lebih dari 30 km dan sebagian perairan pantainya terlindung oleh adanya gosong pasir (sand dune) sebagaimana di perairan pantai Karangdempel Kecamatan Losari sehingga sangat strategis untuk dijadikan kawasan pengembangan budidaya kerang hijau. Tujuan penelitian ini meliputi : 1).Mengetahui kandungan logam berat khususnya Pb, Cu, Cddan Hg pada budidaya kerang hijau (Perna viridis L.) saat musim kemarau di kawasan bermangrove dan tidak bermangrove yang terdampak aliran Sungai Cisanggarung. 2) Menentukan teknik penerapan budidaya budidaya kerang hijau (Perna viridis L.) yangdimungkinkan terdampak pencemaran logam berat. 3). Merumuskan pola pengelolaan budidaya kerang hijau (Perna viridis L) berbasis komunitas di perairan pantaiKarangdempel, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Penelitian ini dilaksanakan selama 9 (bulan ) bulan pada Januari-September 2017 bertempat di wilayah perairanpantai Karangdempel, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Target temuan inovatif penelitian ini adalah pola pengelolaan budidaya kerang hijau (Perna viridis L) di perairan pantai yang dimungkinkan terdampak pencemaran logam berat berbasis komunitas/partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen Penyusunan pola pengelolaan budidayanya dilakukan dengan bantuan analisis dengan uji t dan uji korelasi-regresi. Hasil penelitian menunjukanbahwa : 1) Kandungan logam berat khususnya Pb, Cu, Cd dan Hg pada budidaya kerang hijau (Perna viridis L.) saat musim kemarau di kawasan bermangrove khususnya Pb 0,56 mg/kg, Cu 2,06 mg/kg, Cd <0,01 mg/kg dan Hg <0,001 dan tidak bermangrove Pb0,47 mg/kg, Cu 2,07 mg/kg, Cd <0,01 mg/kg dan Hg <0,001 yang terdampak aliran Sungai Cisanggarung di perairan pantai Karangdempel, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. 2).Budidaya kerang hijau (Perna viridis L.) dengan metode floating box di perairan pantai Karangdempel, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes menunjukan tingkat kelayakan untuk kegiatan budidaya kerang hijau. Antisipasi perlu dilakukan terhadap adanya potensi pencemaran/kandungan logam berat yang terbawa aliran Sungai Cisanggarung. 3). Pola pengembangan budidaya kerang hijau (Perna viridis L.)di wilayah perairan pantai Karangdempel, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes dilakukan oleh KPSA (Kelompok Pelestari Sumberdaya Alam ) “ Mina Makmur dan Kelompok Tani”Wana Mina” dalam kegiatan Budidaya kerang hijau,direkomendasikanhal-hal sebagai berikut :1).Pengembangan kelompok masyarakat di Kawasan Pesisir Kabupaten Brebes untuk membudidayakan kerang hijau secara ekstensif melalui teknik budidaya sederhana/madya dengan memanfaatkan perhatian instansi pemerintah danpihak terkait. 2). Pemberdayaan kelompok masyarakat Karangdempel untuk mengatur kegiatan budidaya kerang hijau secara terpadu. 3). Pelibatan lembaga pengkajian dan penelitian untuk mengantisipasi/mengatasi kandungan logam berat pada kerang hijau serta untuk meningkatkan nilai ekonomis kerang hijau di perairan pantai Karangdempel.
Pengaruh Pemberian Mineral Zeolit dan Pupuk Kandang Sapi padaLahan Berkadar Bahan Organik Rendah terhadap Pertumbuhan danHasil Bawang Merah ( (Allium ascalonicum L.) di Desa WanasariKabupaten Brebes Muhammad Al-Jabri; Mohamad Amin; Muhammad Juwanda; Indah Nurhidayati
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunan pupuk anorganik dan pestisida yang tidak sesuai anjuran dan secara terus menerus dalam kurun waktu yang lama oleh sebagian besar petani bawang merah di Desa Wanasari Kabupaten Brebes telah berdampak terhadap kerusakan fisika dan kimia tanah serta musnahnya mirobiologi tanah yang bermanfaat untuk mempertahankan kesuburan tanah.Masalah ini mengakibatkan produksi bawang merah semakin turun. Hal ini tergambar dalam data produksi bawang merah selama 5 tahun terakhir. Apabila penggunaan agrokimia ini terus dilakukan oleh petani maka dipastikan terjadinya penurunan produksi bawang merah, sehingga dukungan Kabupaten Brebes terhadap kebutuhan bawang merah Nasional dan Propinsi Jawa Tengah semakin berkurang. Disamping itu, pola pikir petani yang tidak memahami dampaknegatif dari bahaya bahan aktif pestisida kimia toksik dalam umbi bawang merah yang dikonsumsi terhadap kesehatan konsumen, kemudian pengusaha pestisida kimia toksik sangat gencar mempromosikan bisnisnya, dan tidak adanya kebijakan pemerintah terhadappenggunaan inovasi teknologi alternatif yang mensubstitusi pestisida kimia, maka perbaikanlingkungan tanah tidak dapat dikendalikan. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan lingkungan tanah melalui penggunaan zeolit sebagai pembenah tanah dan pupuk kandang sapi.Keberadaan zeolit di dalam tanah dapat meningkatkan efisiensi serapan hara pupuk dan memperbaiki sifat fisika, kimia, dan biologi tanah, sehingga kesehatan tanah dapat dipulihkan kembali. Dengan demikian kuantitas dan kualitas hasil tanaman bawang merah dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan zeolit dan pupukkandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama dosis zeolit (0, 2, 4, dan 6 ton/ha) dan dosis pupuk kandang sapi (0, 5, 10, dan 15 ton/ha). Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan masing-masing petak perlakuan berukuran 2 m x 1,5m. Variabel pengukuran pertumbuhan meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun. Sedangkan variabel pengukuran hasil meliputi bobot segar tanaman, bobot segar umbi, bobot kering tanaman, dan bobot kering umbi. Data dianalisis dengan SPSS (Statistical Product and Service Solution), kemudian untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan dianalisis dengan uji DMRT(Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf nyata 5% serta dilakukan analisis usaha tani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi tanaman segar bawang merah tertinggi sebesar 21,370 ton/ha diperoleh pada kombinasi perlakuan Z2K1 (4 ton zeolit/ha + 5 ton pupuk kandang/ha).Penerimaan dan pendapatan usahatani bawang merah kering berdaun paling besar terdapat padaperlakuan Z2K1 (4 ton zeolit/ha + 5 ton pupuk kandang/ha) masing-masing sebesar Rp420.416.670,- dan Rp 335.646.370,- dengan B/C rasio tertinggi (3,96). Demikian juga, penerimaan dan pendapatan usahatani bawang merah kering tidak berdaun paling besar terdapat pada kombinasi perlakuan Z2K1 (4 ton zeolit/ha + 5 ton pupuk kandang /ha masing-masing Rp. 247.413.703,- dan Rp. 162.643.703,- dengan B/C rasio tertinggi (1,92).
Kajian Potensi Pengembangan Investasi Di Kabupaten Brebes Kurniawan; Kodir; Aqib Ardiansyah; Sutarmin
JURNAL ILMIAH ULTRAS BREBES Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Ultras Brebes
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Brebes

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the efforts to increase economic development is to increase investment activities inall business sectors in Brebes District, infrastructure support that supports investment becomesan important factor to increase investment. The existence of investment profile becomes the maininformation about the potential of investment development through investment in Brebes Regency.The objective of the research is to provide information about the potential of investment inBrebes Regency by region and by economic sector. Providing information on infrastructure andinfrastructure supporting investment in Brebes Regency. Using quantitative descriptive analysis.The results of the research indicate that potential sectors that are potential to be developed inBrebes district potential sectors to be developed include agriculture, forestry and fisheries withhorticultural crops, manufacturing and large and retail trade sectors; car and motorcyclerepairs with onion, chilli, potato, mushroom, carrot, tofu, cracker, salted egg, soft drinks andbottled water.