Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan bahasa Inggris dalam penamaan produk pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta dampaknya terhadap minat beli konsumen dan upaya pembinaan bahasa Indonesia. Metode penelitian yang diterapkan bersifat deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan observasi dan wawancara terhadap para pelaku UMKM serta konsumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemberian nama produk dengan bahasa Inggris menjadi strategi pemasaran yang cukup berhasil, karena dinilai lebih modern, eksklusif, dan menarik, khususnya bagi generasi muda. Kendati demikian, fenomena ini membawa tantangan bagi keberlangsungan bahasa Indonesia, seperti mulai tergesernya istilah lokal, meningkatnya gejala campur kode, serta menurunnya rasa bangga terhadap penggunaan bahasa Indonesia. Di sisi lain, pemakaian bahasa asing juga berpotensi memperluas jangkauan pasar internasional dan menambah khazanah kosakata nasional. Dengan demikian, diperlukan pendekatan pembinaan bahasa yang responsif, mendidik, dan melibatkan berbagai pihak guna menjaga keseimbangan antara perkembangan industri dan pelestarian bahasa Indonesia.
Copyrights © 2025