Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan Culturally Responsive Teaching (CRT) dan pengaruhnya terhadap peningkatan keterlibatan belajar peserta didik pada materi peluang empirik di kelas 9G SMP Negeri 1 Samarinda. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, tes formatif, angket, wawancara, dan dokumentasi. Pembelajaran dirancang dengan mengintegrasikan budaya lokal Kalimantan Timur, khususnya melalui penggunaan permainan tradisional gasing berwarna sebagai konteks eksperimen peluang. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterlibatan perilaku, emosional, dan kognitif peserta didik setelah penerapan CRT. Persentase keterlibatan meningkat dari kondisi awal 28–45% menjadi 80–88% setelah intervensi. Selain itu, hasil tes formatif dan angket menunjukkan bahwa pemahaman peserta didik terhadap konsep peluang empirik turut meningkat, dan peserta didik menunjukkan persepsi positif terhadap pembelajaran berbasis budaya. Temuan ini menunjukkan bahwa CRT efektif digunakan dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi abstrak seperti peluang empirik, dan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, kontekstual, dan inklusif.
Copyrights © 2025