UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) X merupakan produsen keripik labu kuning di Pontianak yang mengalami fluktuasi produksi akibat belum adanya perencanaan berbasis data historis. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Simple Moving Average (SMA) dan Weighted Moving Average (WMA) dalam peramalan jumlah produksi serta membandingkan tingkat akurasi keduanya menggunakan Mean Absolute Deviation (MAD). Data produksi keripik labu dikumpulkan selama periode Desember 2023 hingga November 2024. Peramalan dilakukan untuk bulan Desember 2024 dengan dua rentang waktu (n = 3 dan n = 6). Hasil menunjukkan bahwa SMA dengan n = 6 memberikan hasil ramalan sebesar 16,67 kg dengan nilai MAD terendah sebesar 1,74. Sementara itu, WMA dengan n = 6 menghasilkan ramalan sebesar 16,24 kg dengan nilai MAD sebesar 2,09. Berdasarkan hasil tersebut, metode SMA dengan periode 6 bulan memberikan akurasi peramalan terbaik. Oleh karena itu, pendekatan ini direkomendasikan untuk digunakan UMKM X sebagai dasar dalam perencanaan produksi dan operasional yang lebih efisien.
Copyrights © 2025