Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Simple dan Weighted Moving Average dalam Peramalan Produksi Keripik Labu Kuning pada UMKM X di Pontianak: Implementation of Simple and Weighted Moving Average in Forecasting the Production of Yellow Pumpkin Chips at MSME X in Pontianak Sariati; Borneo Satria Pratama; Yesrol Elia Sanak; Alfred Pandapotan Saragih; Erinkha Miftah Urrahmah; Elsa Windiastuti; Th. Candra Wasis Agung Sutignya; Holpu Ronal Ambarita; Rianta Chen Yohana Manik; Triva Maria Manik
Jurnal Teknik Pertanian Terapan Vol. 3 No. 1 (2025): Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jtpt.v3i1.6291

Abstract

UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) X merupakan produsen keripik labu kuning di Pontianak yang mengalami fluktuasi produksi akibat belum adanya perencanaan berbasis data historis. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Simple Moving Average (SMA) dan Weighted Moving Average (WMA) dalam peramalan jumlah produksi serta membandingkan tingkat akurasi keduanya menggunakan Mean Absolute Deviation (MAD). Data produksi keripik labu dikumpulkan selama periode Desember 2023 hingga November 2024. Peramalan dilakukan untuk bulan Desember 2024 dengan dua rentang waktu (n = 3 dan n = 6). Hasil menunjukkan bahwa SMA dengan n = 6 memberikan hasil ramalan sebesar 16,67 kg dengan nilai MAD terendah sebesar 1,74. Sementara itu, WMA dengan n = 6 menghasilkan ramalan sebesar 16,24 kg dengan nilai MAD sebesar 2,09. Berdasarkan hasil tersebut, metode SMA dengan periode 6 bulan memberikan akurasi peramalan terbaik. Oleh karena itu, pendekatan ini direkomendasikan untuk digunakan UMKM X sebagai dasar dalam perencanaan produksi dan operasional yang lebih efisien.
ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING WEST KALIMANTAN ARECA NUT EXPORTS TO BANGLADESH Ema; Rianta Chen Yohana Manik; Ichsan
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 5 No. 10 (2026): SEPTEMBER
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.22893222

Abstract

Bangladesh is one of the destination countries for West Kalimantan areca nut exports, although it has a large market opportunity, the volume of West Kalimantan areca nut exports to Bangladesh still fluctuates from year to year, so this study aims to analyze the factors that influence West Kalimantan areca nut exports to Bangladesh. The independent variables used in this study are Bangladesh's Gross Domestic Product (GDP), the international price of areca nut, and inflation, while the dependent variable is the volume of West Kalimantan areca nut exports to Bangladesh. The study uses a quantitative approach with multiple linear regression analysis methods. The data used are secondary data in the form of time series for the period 2015–2024 obtained from the Central Statistics Agency (BPS), the World Bank , and Trade Map . Before the regression analysis was carried out, the data were tested using the classical assumption test which includes normality, autocorrelation, multicollinearity, and heteroscedasticity tests. The results of the study indicate that partially Bangladesh's Gross Domestic Product has a positive and significant effect on West Kalimantan areca nut exports to Bangladesh with a significance value of 0.015 <0.05. The international price of areca nut has a negative and significant effect on areca nut exports with a significance value of 0.030 < 0.05. Inflation also has a negative and significant effect on areca nut exports with a significance value of 0.012 < 0.05. Simultaneously, Bangladesh's Gross Domestic Product, the international price of areca nut, and inflation influence West Kalimantan's areca nut exports to Bangladesh. The coefficient of determination (R²) value of 0.699 indicates that 69.9% of the variation in areca nut exports can be explained by the three independent variables, while 30.1% is influenced by other factors outside the research model. The results of this study are expected to be a consideration for the government, exporters, and business actors in formulating strategies to increase West Kalimantan's areca nut exports to Bangladesh.
Pelatihan Pengetahuan Finansial Pertanian, Komoditas Unggulan Kelompok Tani Desa Temajuk Holpu Ronal Ambarita; Rianta Chen Yohana Manik; Lidya Agustini; Marisa Eka Prasetyawati; Ichsan Ichsan; Dody Radiansah; Adi Marjani; Sariati Sariati
Journal of Digital Community Services Vol. 3 No. 2 (2026): July-Desember
Publisher : Institute Of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/dcs.v3i2.77

Abstract

Desa Temajuk, yang terletak di ujung utara Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, merupakan wilayah perbatasan yang dianugerahi kekayaan alam luar biasa. Selain dikenal dengan garis pantainya yang memesona, Desa Temajuk telah berkembang menjadi sentra pertanian hortikultura yang sangat produktif. Produksi pertanian yang bertumbuh di Desa Temajuk belum beriringan dengan pemahaman finansial petani tersebut. Tujuan spesifik yang akan dilakukan dalam pengabdian di Desa Temajuk adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya pembukuan pada kelompok tani, kemudian melatih pelaku usaha menyusun pembukuan sederhana (pencatatan kas masuk dan kas keluar). Selain itu ingin melatih perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) secara sistematis dan akurat, Sehingga dapat meningkatkan kemampuan manajerial dan pengambilan keputusan usaha. Adapun secara keseluruhan, rata-rata tingkat pemahaman peserta terhadap materi pelatihan berada pada angka 69 poin. Angka ini mencerminkan bahwa secara umum peserta telah memiliki pemahaman yang cukup baik terhadap konsep dasar pengelolaan keuangan perkebunan, meskipun masih terdapat variasi tingkat pemahaman di antara peserta yang disebabkan oleh perbedaan latar belakang pendidikan, pengalaman usaha, serta tingkat keterpaparan terhadap materi keuangan sebelumnya. Variasi hasil ini memberikan gambaran bahwa diperlukan pendampingan lanjutan yang lebih intensif bagi sebagian peserta agar pemahaman yang diperoleh dapat lebih merata dan mendalam. Secara umum, capaian hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah berhasil meningkatkan pengetahuan finansial peserta di Desa Temajuk, meskipun hasil yang diperoleh juga menjadi bahan evaluasi bagi tim dosen untuk merancang program tindak lanjut yang lebih terarah.