Implementasi kurikulum berbasis cinta di lembaga pendidikan anak usia dini memerlukan kepemimpinan yang tidak hanya mengatur administrasi tetapi juga membangun iklim empati, perhatian, dan dukungan terhadap guru, anak, dan orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran kepemimpinan penuh kasih (compassionate leadership) dalam mendukung pelaksanaan kurikulum berbasis cinta di RA Riyadlotul Ulum Kunir. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif — berupa observasi, wawancara dan dokumentasi — ditemukan bahwa pemimpin yang mengedepankan empati, komunikasi terbuka, kesejahteraan warga sekolah, inklusivitas, dan penghormatan terhadap martabat (sebagai dimensi compassionate leadership) sangat berpengaruh terhadap keberhasilan penerapan kurikulum berbasis cinta. Temuan ini menegaskan bahwa aspek kepemimpinan menjadi faktor kunci dalam efektivitas kurikulum berbasis cinta di PAUD/RA.
Copyrights © 2025