Perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi telah memberi pengaruh besar pada karakter sosial mahasiswa, termasuk kecenderungan yang semakin individualistis dan materialistis. Penelitian ini menelaah bagaimana tasawuf berperan dalam membentuk karakter sosial mahasiswa di STIT Balikpapan melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sufistik seperti tazkiyah al-nafs, tawadhu’, mahabbah, dan ukhuwwah mendorong tumbuhnya kesadaran spiritual, empati, dan sikap toleran mahasiswa. Keteladanan dosen serta suasana kampus yang religius turut memperkuat proses internalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, tasawuf menjadi pijakan penting untuk membentuk karakter sosial mahasiswa yang moderat, beretika, dan humanis di tengah dinamika era modern.
Copyrights © 2024