Kemajuan teknologi dan modernisasi memang menawarkan berbagai kemudahan, namun juga membawa dampak buruk berupa menurunnya moralitas dan spiritualitas yang berkontribusi pada meningkatnya gangguan kesehatan mental di Indonesia. Pola hidup materialistis dan hedonis, tekanan kehidupan kota, serta kehilangan makna hidup menyebabkan semakin banyak individu mengalami kecemasan, depresi, dan kebingungan arah hidup. Penelitian ini bertujuan menelaah relevansi etika dan spiritualitas tasawuf dalam menjawab persoalan psikologis dan moral masyarakat modern melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan, wawancara mendalam, dan observasi pada masyarakat urban di Balikpapan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ajaran tasawuf seperti tazkiyah al-nafs, kesabaran, syukur, tawakal, dan kejujuran mampu membantu individu mengelola stres, menstabilkan emosi, serta menumbuhkan kesadaran moral di tengah arus modernisasi. Selain itu, praktik spiritual seperti dzikir, tafakur, dan muhasabah terbukti memberikan ketenteraman batin, mengurangi kecemasan, dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah. Literatur kontemporer juga menegaskan bahwa tasawuf dapat berperan sebagai pendekatan psikoterapi yang relevan di era kini. Dengan demikian, tasawuf menjadi model moral dan spiritual yang efektif dalam merespons krisis mental dan etika modern, sekaligus membentuk pribadi yang lebih sadar, empatik, dan tangguh.
Copyrights © 2024