Penelitian bertujuan mengungkap hubungan makna antarkata yang muncul secara berpasangan (kolokasi) dalam teks sastra religius klasik Arab, serta menunjukkan bagaimana pilihan diksi Imam al-Būṣīrī membentuk makna emosional, teologis, dan estetis dalam menggambarkan sosok Nabi Muhammad ﷺ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis semantik untuk menelaah kata-kata berkolokasi dalam bait-bait Syair Al-Burdah. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis berdasarkan teori kolokasi J.R. Firth serta konsep semantik kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kolokatif dalam Syair Al-Burdah tidak hanya memperlihatkan keterpaduan leksikal, tetapi juga mengandung nilai religius dan moral yang mendalam. Kolokasi seperti “أحشاءه وطوى” dan “الجبال الشم من ذهب” memperlihatkan perpaduan antara keindahan bahasa dan kekuatan makna spiritual, sehingga karya ini tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga merefleksikan kedalaman makna simbolik dan kecintaan mendalam kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Copyrights © 2025