p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AL-KILMAH
Randi Safii
Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Semantik: Makna Kiasan dalam Syair “معاذ ملاذ لزواده” Karya Al-Mutanabbi Randi Safii; Salha Afnia Daulima; Nurul Aini Pakaya; Siti Hajar Panto
Al-Kilmah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2024): December 2024. Al-Kilmah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Humaniora
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/al-kilmah.v3i2.2222

Abstract

Penelitian ini menganalisis makna kiasan dalam syair "معاذ ملاذٌ لزواده" karya Al-Mutanabbi, seorang penyair terkemuka dalam sastra Arab klasik yang dikenal dengan kedalaman filosofis dan keagungan bahasanya. Syair ini memanfaatkan kiasan untuk menggambarkan kemuliaan dan tantangan yang dihadapi oleh sosok Mu'adh, dengan fokus yang lebih personal dibandingkan dengan karya-karya Al-Mutanabbi lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis sastra untuk mengidentifikasi dan menginterpretasikan makna kiasan dalam teks syair, didukung oleh literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat makna kiasan dalam syair Al-Mutanabbi dengan judul "معاذ ملاذ لزواده". Hal ini dibuktikan dengan kata-kata seperti "ملاذ" (tempat perlindungan), "الحطيم" (tembok Ka'bah), dan "زمزم" (sumur suci) yang merujuk pada simbol-simbol agama yang berarti tempat-tempat suci. Analisis menunjukkan bahwa kiasan dalam syair ini menggunakan simbol-simbol keagamaan dan metafora untuk menekankan status dan kehormatan Mu'adh, dan tetap relevan dalam konteks modern. Kontribusi khusus dari penelitian ini adalah bagaimana analisis kiasan ini memberikan wawasan baru dalam memahami teknik sastra Al-Mutanabbi dan aplikasinya di zaman sekarang, serta mengungkap relevansi nilai-nilai yang diangkat dalam syair terhadap tantangan dan kepemimpinan kontemporer. Artikel ini berkontribusi pada studi sastra Arab klasik dengan menghubungkan teknik kiasan dengan konteks kehidupan masa kini, menunjukkan bahwa nilai-nilai dalam syair Al-Mutanabbi tetap memiliki aplikasi yang signifikan hingga saat ini.
Analisis Semantik Makna Kolokatif dalam Syair Al-Burdah Karya Imam al-Būṣīrī Cutri A. Tjalau; Fadli Djibran; Randi Safii
Al-Kilmah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): December 2025. Al-Kilmah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Humaniora
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58194/al-kilmah.v4i2.3131

Abstract

Penelitian bertujuan mengungkap hubungan makna antarkata yang muncul secara berpasangan (kolokasi) dalam teks sastra religius klasik Arab, serta menunjukkan bagaimana pilihan diksi Imam al-Būṣīrī membentuk makna emosional, teologis, dan estetis dalam menggambarkan sosok Nabi Muhammad ﷺ. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis semantik untuk menelaah kata-kata berkolokasi dalam bait-bait Syair Al-Burdah. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan dianalisis berdasarkan teori kolokasi J.R. Firth serta konsep semantik kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kolokatif dalam Syair Al-Burdah tidak hanya memperlihatkan keterpaduan leksikal, tetapi juga mengandung nilai religius dan moral yang mendalam. Kolokasi seperti “أحشاءه وطوى” dan “الجبال الشم من ذهب” memperlihatkan perpaduan antara keindahan bahasa dan kekuatan makna spiritual, sehingga karya ini tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga merefleksikan kedalaman makna simbolik dan kecintaan mendalam kepada Nabi Muhammad ﷺ.