Penelitian ini bertujuan menggambarkan secara mendalam bagaimana integrasi nilai wahyu dan akal diimplementasikan dalam pembelajaran umum di SD Firdaus Percikan Iman serta dampaknya bagi pengalaman belajar siswa. Metode yang digunakan adalah studi kasus, dengan pengumpulan data melalui angket guru (8 butir) dan siswa (5 butir), wawancara kepala sekolah dan guru, observasi naturalistik, serta analisis dokumen RPP dan program Bedah Quran. Sampel penelitian meliputi 1 kepala sekolah, 7 guru, dan 33 siswa yang terlibat aktif dalam pembelajaran integratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai spiritual dibangun secara gradual, berawal dari mata pelajaran berbasis karakter (PABP, tahfidz) lalu merambat ke pelajaran umum seperti Bahasa Indonesia, IPAS, dan tematik. Integrasi ini melahirkan ekosistem belajar yang lebih bermakna: guru memosisikan diri sebagai pendamping spiritual-intelektual, sementara siswa melaporkan peningkatan pemahaman konsep, motivasi belajar, kesadaran adab, dan praktik ibadah dalam keseharian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model gradual-integratif yang dikembangkan SD Firdaus layak dijadikan rujukan inovasi pendidikan Islam di tingkat sekolah dasar.
Copyrights © 2025