Derasnya arus globalisasi dan tantangan modernitas yang seringkali memunculkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu sains, dunia pendidikan Islam dituntut untuk menghadirkan paradigma baru yang mampu menyatukan keduanya dalam kerangka epistemologis yang utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis paradigma Integrasi Keilmuan Twin Towers UIN Sunan Ampel Surabaya sebagai model konseptual yang menggabungkan ilmu agama (naqliyah) dan ilmu sains (aqliyah) dalam satu kesatuan epistemologis dalam perspektif al-Ghazali dan Syed Naquib al-Attas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kajian literatur serta wawancara dengan pengelola program studi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol dua menara kembar yang dihubungkan dengan jembatan epistemologis tidak hanya bersifat arsitektural, melainkan menjadi kerangka konseptual pendidikan Islam yang menegaskan keterpaduan antara sains dan agama. Paradigma ini selaras dengan pemikiran klasik Imam al-Ghazali yang menekankan keseimbangan intelektual, moral, dan spiritual, serta pemikiran kontemporer Syed Muhammad Naquib al-Attas mengenai pentingnya adab dalam ilmu pengetahuan. Implementasi paradigma ini terlihat pada kurikulum, pengajaran, riset interdisipliner, hingga pengabdian masyarakat. Kesimpulannya, model Twin Towers merupakan inovasi strategis dalam menjawab dikotomi ilmu sekaligus tantangan global modernitas, serta berkontribusi pada lahirnya lulusan yang beradab, religius, dan progresif.
Copyrights © 2025