Lingkungan belajar luar ruangan (outdoor) memegang peran krusial dalam mendukung perkembangan holistik anak usia dini, terutama pada aspek fisik-motorik, kognitif, dan sosial-emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis secara mendalam praktik manajemen desain area pembelajaran luar ruangan di TK Budi Mulia Dua Pandeansari, Yogyakarta. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berdesain studi kasus, data dikumpulkan melalui triangulasi metode observasi, wawancara semi-terstruktur dengan kepala sekolah, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga ini telah berhasil mengimplementasikan sebuah sistem manajemen yang komprehensif dan sistematis, yang mencakup perencanaan anggaran melalui RAPBS, pengadaan sarana berdasarkan analisis kebutuhan, serta jadwal perawatan dan pemeliharaan rutin untuk menjamin keamanan. Desain area outdoor secara efektif menerapkan prinsip-prinsip pedagogis modern yang berpusat pada anak, seperti keamanan, zonasi, dan integrasi elemen alam, yang memposisikan lingkungan sebagai "guru ketiga". Keberhasilan ini didukung oleh peran aktif guru sebagai fasilitator yang menciptakan lingkungan psikis yang aman dan mendukung. Disimpulkan bahwa praktik di TK Budi Mulia Dua Pandeansari dapat menjadi model praktik baik (best practice) yang menunjukkan bahwa sinergi antara manajemen yang terencana, desain yang disengaja, dan peran guru yang fasilitatif adalah kunci untuk mengoptimalkan potensi lingkungan belajar outdoor.
Copyrights © 2025